Postingan

Rumah Baru

pada suatu pagi, aku bertemu rumah putih. bersih. kosong. tidak sempit tidak juga luas. burung bersarang di sudut dalam ruangannya. mereka sepasang. pada suatu siang, aku mengelilingi rumah itu. menengok kesana-kemari. kekanan-kekiri. rumah yang hangat. aku menyukainya. aku akan tinggal disana. pada suatu sore, kuambil semua barangku. ketaruh satu persatu. kutata sedemikian,  kubersihkan sampai tak ada debu bertebaran. rasanya nyaman. semua usahaku, terbayarkan. aku hidup selayak yang aku inginkan. rumah. akhirnya aku pulang.

Rindu

apa yang kau risaukan jika kau merindu? apa yang kau bungungkan jika kau ingin bertemu? apa yang kau takutkan jika kau ingin menyapaku? apa lagi yang kau tunggu bila kau tak mengatakan kabarmu? karena aku tidak rindu aku tidak ingin bertemu aku acuh, tak mau tau kabarmu.

Tanpa Judul

Aku ingin waktu berjalan cepat dan melompat, tapi juga ingin waktu berhenti untuk aku beristirahat. Aku ingin menjauh dari orang-orang yang tahu dan mengganggu, tapi juga tak bisa terlepas dari sepi dan rindu. Aku ingin menyerah, tapi tak tahu mana yang harus dilepas dari genggaman. Hidup hanya menunggu, sembari menertawakan diri sendiri. Aku adalah tawa dari alam semesta. Kehampaan dalam suara. Tidak perlu dipahami. Hati manusia tidak ada dasarnya. Hanya penuh alasan dan reka. Aku adalah penggalan dari kata-kata.

Diam

Semua yang terjadi padamu bukanlah salahmu. Semua yang datang lalu menghilang bukanlah sesal untuk diperpanjang. Semua yang pergi dan yang bersembunyi bukanlah untuk diingkari. Biar.. Biarkanlah semua emosi meluap, lalu meredam kemudian tertelan. Menjadi tidak ada. Dan wujudmu yang selalu dalam bayang, biarlah ia terbang. Biarlah ia meliuk bersama awan. Membentuk sketsa mendung. Membentuk petir dan kilat yang bersahutan. Membentuk apa yang kau bilang dengan keraguan. Dan dalam keraguan itu, kau berdiam lalu bertamu pada sang pemilik rindumu. Lalu terus berdiam dan bersimpuh dan terus diam. Untuk mendapatkan perhatian. Untuk mendapat kesempatan meminta dan berdoa. Lalu kau terus membungkuk dan bersujud. Kau terus meragu tapi kau diam dan bertanya tentang keraguanmu. Lalu kau diam dan belajar mendengarkan. Kemudian kau berjalan dengan telingamu. Lalu nyanyikanlah rayuan rindu untuk cintamu. Lantunkan dalam langkahmu untuk mengusir sendu. Berbahagialah.. Bers

Surat cinta

Isilah hatiku dengan cintamu, sampai aku merasa tak akan membutuhkan apapun kecuali cinta itu. Dan ketika keningku menghampar di tanah, dalam sujud itu, aku ingin kau bisiki aku dengan rayuan kekasih yang merindu selamanya. Duhai kekasih.. aku serahkan diriku beserta seluruh hidupku ini. Aku pasrahkan segala hasrat, risau sedih dan kemarahan untuk kau bebas lalu leburkan. Lalu aku ingin kembali dalam pelukan. Sembari menunggu waktuku datang. Aku ingin sibuk bercinta, dengan kehadiranmu, dengan rasa. Dan apapun yang kau ingin aku rasakan, aku persilahkan. Karena aku adalah milikmu. Aku juga adalah cintamu. Dan bagian hidup terbaikku adalah jatuh cinta.

See through

Just about when the world keep falling in front of your eyes. When your heart just as stone as ever. You know you are no longer longing to become human anymore. Your sense is dying somewhere. You are cracked into pieces and dusts. Like it's just about going into circle again. No one see you as someone. No one care you stand there. Yes.. you become what is leftover. Not even worth to mention. The pride of you that built highly upon the hill, has vanish unknown. Just gone the moment you put a crown on it. That's bitterness as ever. Swallowed up by a desire of recognition. But drown deep in powerless and faithless. Why is it your sorrow? When your presence is no longer important, then does it matter? Lift up your head and face all with some pride that left. You're no human. But kind of extremely wild lacked of creation's created. Be wild. Ignore them with all of your mighty. Do anything you want. The world's owned by those who claim it. My dea

Untuk mu kekasih

Sampaikan tulisan ini pada sang kasih. Yang selalu menunggu penuh harap kembali mu. Sampaikan salam ini pada cinta yang itu. Yang selalu ingin tahu kabar mu. Hey aku harap kau baik-baik saja. Bersama Tuhan yang memeluk jiwa mu. Menghangatkan mu. Melapangkan mu. Mendamaikan hati mu. Dan jika aku berharap kau akan terus merindu dan menungguku, bolehkan aku? Cinta adalah hal yang aneh. seseorang melepasmu karena mencintaimu. Karena ia tak mau kau terus menjadi ganggu, lalu ketika kau hendak pergi, ia melatih dirinya untuk terbiasa sendiri. Dan berbahagialah duhai belahan hati. Kau akan selalu ada dalam doanya setiap hari. Dan doakanlah dia sayang, untuk kelak bisa kembali ada disampingmu. Dan semoga Tuhan mengabulkan doanya sayang, Semoga Tuhan memberikan rumah terindah-Nya di surga untuk mu, selamanya.

Perjalanan

Hidup adalah perjalanan. Sebuah perjalanan menjadi satu orang lalu menjadi satu yang lain. Hidup adalah perjalanan. Tentang kau ingin menjadi seperti apa dan hanya akan menjadi apa. Sembari berjalan kau menebak-nebak hidupmu. Siapa yang akan terus bertahan menemanimu dan siapa yang kelak meninggalkanmu. Sembari menebak kau berpikir tentang untuk apa kau hidup saat kehidupan tetap ada kala kau tiada. Lalu pecahlah semua hening. Mereka sibuk bergumam meributkan lamunanmu. Ah mungkin mereka sedang pura-pura tak tahu. Kau sedang bingung kehabisan waktu. Kau terus diam karena lelah meminta kesempatan. Apa kau sedang berputus asa? Ah, pahitnya tiap kali dirimu yang lain bertanya. Ah tidak apa-apa. Aku sendirian sambil berdoa dalam diam. Jika aku tak bisa melaju sendiri, setidaknya aku ingin selalu ditemani. Tak sepaham dengan pasrah, lalu kau bilang menyerah.